LEMAHABANG WADAS, RAKA- Mantan ketua TPK Desa Ciwaringin yang juga tim
verifikasi UPK Gemalembayung Lemahabang, H Nana mendaftarkan diri ke
meja panitia lima penjaringan bakal calon (balon) ketua UPK, dengan
melampirkan sejumlah kelengkapan berkas. Nana yang juga ketua Kontak
Tani Nelayan Andalan (KTNA) Lemahabang ini merupakan pendaftar kedua
setelah H Surya Sakti. Dengan bermodalkan pengalamannya di UPK serta
penyelamatan keuangan UPK dengan kolektabilitasnya lebih dari Rp 800
juta, Nana mengklaim dirinya siap menekan angka tersebut sampai 30
persen jika dipercaya mempimpin program pemerintah tersebut.
"Terpanggil
untuk menyelamatkan internal UPK pasca ditinggal Mulya Syafari yang
nyaleg, insya Allah saya siap 100 persen maju," katanya saat ditemui,
RAKA Jumat (21/2).
Nana menambahkan, semua berkas dan kelengkapan
sudah disiapkan matang dan pemetaan rencana kerja juga sudah disiapkan.
Ia mengaku tidak menghiraukan soal ancaman tekanan maupun pendapatan
sebagai ketua UPK. Karena pengalamannya sebagai ketua KTNA juga tidak
digaji. Dirinya justru balik menduga apa yang dikemukakan Plt ketua UPK
Ahmad Sapei, sebagai wujud keinginanya pula yang berambisi menjadi ketua
UPK definitif. Pasalnya ia menilai, adaptasi dan kebijakan hingga
tekanan menjadi sebuah konsekuensi yang yang secara sadar sudah
difahaminya.
Disinggung upayanya dalam menekan kolektabilitas
tunggakan dari perguliran yang nyaris menembus Rp 1 miliar, Nana
mewacanakan studi banding ke UPK yang telah sukses dalam pengembalian
dan metodenya. Diharapkan Nana, saat nanti dipercaya menjadi ketua UPK
bisa tergraduasi sampai 30 persen. Soal pengembalian bukan hanya menjadi
tanggungjawab tim penyehat dan UPK saja, tapi semua pihak, karenanya
jalinan koordinasi antara steakholder UPK seperti BKAD, Badan Pengawas,
pengurus maupun KPMD dirasa penting untuk selalu merembukan solusi agar
keuangan UPK sehat. "Saya garansi, kelak jadi pengurus UPK tidak akan
berpolitik praktis," ujarnya.
Lebih jauh Nana mengaku, bahasan
penyelamatan UPK bukan berarti kepemimpinan Mulya Syafari buruk dan
justru dirinya apresiatif, karena pengalaman dan pelajaran dunia PNPM
digali dari yang bersangkutan, bahkan riwayat pekerjaannya yang pernah
di BKPD sedikit banyak tidak akan canggung lagi dengan istilah akuntansi
maupun pengaturan neraca sehat. Kalah menang, tambahnya, bukan menjadi
persoalan, yang terpenting dirinya siap maju dengan apa adanya tanpa
titipan kanan kiri atau menjanjikan uang saat pemilihan nanti karena
diyakininya suara sudah dikntongi sebesar 60 persen. "Saya siap
beradaptasi jika terpilih, karena pengalaman telah mengantarkan banyak
pengetahuan soal PNPM," ujarnya.
Sementara itu, Badan Pengawas UPK
Gema Lembayung Didin Ch mengatakan, kepanitiaan masih menunggu sejumlah
balon yang masih dalam penjaringan. Saat pemilihan nanti, sedikitnya 6
orang per desa akan memiliki hak pilih untuk memilih ketua UPK baru yang
terdiri dari TPK, BPD, kades dan KPMD. "Nanti 6 orang per desa memiliki
hak pilih," pungkasnya. (rud)
0 komentar: