TEGALWARU, RAKA - Saat ini ada beberapa program desa yang belum
terlaksana di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru. Selain beras miskin
(raskin), normalisasi kali Cibeet juga hal yang perlu diperhatikan,
disamping program PNPM dan penerangan jalan umum (PJU).
Plt
Kades Mekarbuana Yudi Rahardi Sp, mengatakan itu, Jumat (19/9), ketika
bertemu RAKA di Kecamatan Tegalwaru. Untuk beras miskin, kata Yudi, per
kepala keluarga penerima subsidi pemerintah tersebut mendapatkan 10 kg.
Hanya saja, beras itu belum dikucurkan ke masyarakat karena dana yang
ada di kas desa tidak ada. Alasannya, raskin itu kan tetap dibayar oleh
desa sebelum didistribusikan ke masyarakat. Tetapi Bagaimana mau
membayar kalau uangnya tidak ada.
Demikian program-program lain juga
belum berjalan secara optimal. Hal itu terjadi, menurut Yudi karena
terbengkalai oleh proses pemberhentian kepala desa. Karenanya, diakui
Yudi, sebagai Plt kades dirinya bertanggang jawab untuk melanjutkan
program pembangunan yang tertunda. "Selain raskin, program desa lainnya
yang tertunda adalah penerangan jalan umum (PJU) dan normalisasi Kali
cibeet," ujarnya.
Kedua program ini menurutnya menyangkut
kemaslahatan orang banyak. Karena itu akan menjadi prioritas program
selanjutnya Desa Mekarbuana, disamping penyuluhan PNPM tepat guna.
"Untuk program PNPM nantinya kita akan menumbuhkan kesadaran warga
tentang pentingnya PNPM dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan
masyarakat. Karenanya bila mau pinjam harus mau mengembalikannya," tegas
Yudi.
Kesulitannya saat ini, dilanjutkan Yudi, setelah dirinya
menjabat Plt Kades, diakuinya dirinya harus bekerja lebih ekstra untuk
meningkatkan sumber daya manusia aparatur desa yang dinilainya masih
minim. Yudi tidak ingin ada pejabat desa yang menelepon berkali-kali
menanyakan tentang program pembangunan yang sedang berlangsung. "Saya
mengalami seperti itu. Ketika ada program pengecoran jalan lingkungan di
kampung, seorang Kepala urusan (KaUr) kebingungan dan hampir tiap detik
saya diteleponi," ujar Yudi.
Dan itu, menurut Yudi salah satunya.
Hal lain yang akan dibenahinya adalah manajemen keuangan desa. Dia tidak
ingin ada pejabat desanya yang tidak mengerti menenai pembukuan.
"Memprihatinkan sekali ketika mengetahui ternyata ada kaur tidak
mengerti pembukuan," pungkasnya.
Kendati demikian Yudi tidak
memungkiri saat pemerintahan terdahulu, program desa tidak berjalan
optimal. Bahkan warga sendiri tidak pernah tahu program-program
pembangunan di desanya. "Entah kenapa bisa seperti itu. Padahal hal-hal
itu penting untuk masyarakat, apalagi berkenaan dengan kesejahteraan
seperti beras miskin itu tadi," ucap dia.
Yudi sendiri mengaku tidak
habis pikir mengapa program raskin di Mekarbuan tidak berjalan. Padahal
itu merupakan program pemerintah pusat. Mestinya uang kas desa itu ada
sehingga tidak sampai pinjam sana sini. "Insya Allah, dengan enam bulan
ini saya menjabat, programnya satu persatu akan saya laksanakan walaupun
lambat. Seperti Kas yang tidak ada. Coba akan disilang dengan kucuran
dana program PNPM dan program normalisasi kali," ucapnya.
Terkait
program penerangan jalan umum dirinya secepatnya akan berkoordinasi
dengan Dinas Cipta Karya. Tidak hanya bahkan Yudi mengaku dirinya akan
membuat website Desa Mekarbuan. Melalui website itu dia berharap
masyarakat Indonesia mengetahui program-program dan visi serta misi Desa
Mekarbuana.
Secara terpisah, Kaur ekonomi dan masyarakat,
Casmugi.SPdi ketika dikonfirmasi terkait program penerangan jalan umum
di Desa Mekarbuana sama sekali tidak menampik. "Saat ini program
penerangan jalan umum sedang berjalan. Sebanyak 80 titik pemasangan akan
dipasang di Desa Mekarbuan," ucap Casmugi.
Dia menambahkan sebagai
penanggungjawab bila ada kerusakan, PLN telah menunjuk mitranya yaitu
PT.Cipta Karya sebagai pemeliharaan dan perbaikannya. "Sekarang ini
pemasangan sedang dilakukan di dusun Sirnaruju hingga Parakanbadak
sebanyak 20 titik," ujar Casmugi. (mg1)
0 komentar: