Cipta Karya Pasang 80 Titik PJU di Mekarbuana

TEGALWARU, RAKA - Saat ini ada beberapa program desa yang belum terlaksana di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru. Selain beras miskin (raskin), normalisasi kali Cibeet juga hal yang perlu diperhatikan, disamping program PNPM dan penerangan jalan umum (PJU).

Plt Kades Mekarbuana Yudi Rahardi Sp, mengatakan itu, Jumat (19/9), ketika bertemu RAKA di Kecamatan Tegalwaru. Untuk beras miskin, kata Yudi, per kepala keluarga penerima subsidi pemerintah tersebut mendapatkan 10 kg. Hanya saja, beras itu belum dikucurkan ke masyarakat karena dana yang ada di kas desa tidak ada. Alasannya, raskin itu kan tetap dibayar oleh desa sebelum didistribusikan ke masyarakat. Tetapi Bagaimana mau membayar kalau uangnya tidak ada.
Demikian program-program lain juga belum berjalan secara optimal. Hal itu terjadi, menurut Yudi karena terbengkalai oleh proses pemberhentian kepala desa. Karenanya, diakui Yudi, sebagai Plt kades dirinya bertanggang jawab untuk melanjutkan program pembangunan yang tertunda. "Selain raskin, program desa lainnya yang tertunda adalah penerangan jalan umum (PJU) dan normalisasi Kali cibeet," ujarnya.
Kedua program ini menurutnya menyangkut kemaslahatan orang banyak. Karena itu akan menjadi prioritas program selanjutnya Desa Mekarbuana, disamping penyuluhan PNPM tepat guna. "Untuk program PNPM nantinya kita akan menumbuhkan kesadaran warga tentang pentingnya PNPM dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karenanya bila mau pinjam harus mau mengembalikannya," tegas Yudi. 
Kesulitannya saat ini, dilanjutkan Yudi, setelah dirinya menjabat Plt Kades, diakuinya dirinya harus bekerja lebih ekstra untuk meningkatkan sumber daya manusia aparatur desa yang dinilainya masih minim. Yudi tidak ingin ada pejabat desa yang menelepon berkali-kali menanyakan tentang program pembangunan yang sedang berlangsung. "Saya mengalami seperti itu. Ketika ada program pengecoran jalan lingkungan di kampung, seorang Kepala urusan (KaUr) kebingungan dan hampir tiap detik saya diteleponi," ujar Yudi.
Dan itu, menurut Yudi salah satunya. Hal lain yang akan dibenahinya adalah manajemen keuangan desa. Dia tidak ingin ada pejabat desanya yang tidak mengerti menenai pembukuan. "Memprihatinkan sekali ketika mengetahui ternyata ada kaur tidak mengerti pembukuan," pungkasnya.
Kendati demikian Yudi tidak memungkiri saat pemerintahan terdahulu, program desa tidak berjalan optimal. Bahkan warga sendiri tidak pernah tahu program-program pembangunan di desanya. "Entah kenapa bisa seperti itu. Padahal hal-hal itu penting untuk masyarakat, apalagi berkenaan dengan kesejahteraan seperti beras miskin itu tadi," ucap dia.
Yudi sendiri mengaku tidak habis pikir mengapa program raskin di Mekarbuan tidak berjalan. Padahal itu merupakan program pemerintah pusat. Mestinya uang kas desa itu ada sehingga tidak sampai pinjam sana sini. "Insya Allah, dengan enam bulan ini saya menjabat, programnya satu persatu akan saya laksanakan walaupun lambat. Seperti Kas yang tidak ada. Coba akan disilang dengan kucuran dana program PNPM dan program normalisasi kali," ucapnya.
Terkait program penerangan jalan umum dirinya secepatnya akan berkoordinasi dengan Dinas Cipta Karya. Tidak hanya bahkan Yudi mengaku dirinya akan membuat website Desa Mekarbuan. Melalui website itu dia berharap masyarakat Indonesia mengetahui program-program dan visi serta misi Desa Mekarbuana.
Secara terpisah, Kaur ekonomi dan masyarakat, Casmugi.SPdi ketika dikonfirmasi terkait program penerangan jalan umum di Desa Mekarbuana sama sekali tidak menampik. "Saat ini program penerangan jalan umum sedang berjalan. Sebanyak 80 titik pemasangan akan dipasang di Desa Mekarbuan," ucap Casmugi.
Dia menambahkan sebagai penanggungjawab bila ada kerusakan, PLN telah menunjuk mitranya yaitu PT.Cipta Karya sebagai pemeliharaan dan perbaikannya. "Sekarang ini pemasangan sedang dilakukan di dusun Sirnaruju hingga Parakanbadak sebanyak 20 titik," ujar Casmugi. (mg1)

0 komentar: