Sering 'Dikerjai' Pengelola PNPM

Melakukan verifikasi Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di desa-desa bukanlah perkara mudah. Pasalnya, saat hendak melakukannya pengurus TPK PNPM acapkali tidak berada di tempat.
Bertugas untuk membantu fasilitator kecamatan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melaksanakan tahapan dan kegiatan PNPM Mandiri, Pendamping Lokal (PL) harus menyusun perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian PNPM di desa-desa. Demikian dikatakan PL UPK Singaperbangsa Cilamaya Kulon Elly Ermawati.
Sebagai satu-satunya PL perempuan di Karawang ini, dirinya dihadapkan dengan rasa lelah karena mengejar TPK hingga ke pelosok desa dengan honor Rp 500 ribu per bulan, namun peran PL diakuinya cukup strategis menjembatani program PNPM. Satu di antaranya  membantu fasilitator kecamatan dalam melaksanakan pelatihan kepada TPK dan masyarakat dengan memberikan bimbingan dan masukan atau saran teknis maupun non teknis. "Kita berikan bimbingan dan penjelasan kepada masyarakat mengenai cara-cara menjaga kelestarian lingkungan dan cara administrasi, pembukuan serta pengarsipan Tim Pengelola Kegiatan, meskipun perempuan ya kita geluti saja," katanya.
Guru honorer di SDN Sukamulya 3 ini menambahkan, meskipun menjadi guru, dirinya berupaya membagi waktu berkantor di UPK dan ke lapangan saat pulang mengajar menemui TPK di desa-desa, tugasnya seperti mengumpulkan informasi tentang aspek non teknis, partisipasi, sampai memeriksa keluhan masyarakat untuk disampaikan kepada fasilitator kecamatan dilakoni untuk sukseskan program UPK.
Saat ini, proses verifikasi terus dilakukan sampai rampung untuk kemudian menyiapkan papan informasi mengenai pekerjaan yang harus segera dibereskan. "Yang terpenting program UPK bisa beres dan tugasnya prosredural meskipun di lapangan menemui ragam kendala sulitnya menemui TPK," tutupnya. (rud)

0 komentar: