JATISARI, RAKA- Dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri
(PNPM) se Kabupaten Karawang sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda
pencairan, padahal idealnya pencairan tersebut dilakukan pada
Juni-Juli. Keterlambatan tersebut diduga disebabkan karena kasus hukum
yang saat ini membelit Bupati Karawang, H Ade Swara.
"Seharusnya
pencairan itu dilakukan pada bulan Juni-Juli, tapi sampai saat ini belum
ada tanda-tanda pencairan, mungkin karena bupatinya tersandung kasus,"
ujar Ketua Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Kecamatan Jatisari Dayat
Sukanda, yang didampingi Bendahara UPK Neng Dewi Wati, saat ditemui RAKA
di kantornya, Senin (25/8).
Padahal, dari PNPM tahapannya sudah
selesai semua, jadi hanya tinggal menunggu pencairan saja. Dia juga
mengaku terus melakukan komunikasi antar sesama UPK, tapi semuanya juga
kondisinya sama yakni belum ada tanda-tanda pencairan. "Faskab
(Fasilitator Kabupaten, red) juga sudah menanyakan hal ini ke pihak
BPMPD Kabupaten Karawang tapi masih belum ada kejelasan," tambah Dayat,
sambil menyampaikan untuk pengajuan ke KPPN itu harus ada SK Bupati.
Akibat
belum cairnya anggaran PNPM tersebut, pembangunan yang sudah
direncanakan terhambat, terlebih saat ini di Jatisari sudah memasuki
masa panen. "Ya jelas, pembangunan terhambat, apalagi sekarang sudah
memasuki masa panen, jadi jalan sudah mulai digunakan lalulalang
kendaraan yang mengangkut hasil panen petani, ini tidak bisa diganggu,"
ujarnya.
Karena, lanjut dia, kalau diganggu dengan pembangunan fisik
berupa pengerasan jalan, para petani akan komplain, itu bisa menghambat
aktivitas para petani yang sedang panen. "Setelah selesai musim panen,
sebentar lagi memasuki musim penghujan, ini juga bisa menjadi penghambat
pembangunan, karena kalau pembangunan dilakukan saat hujan, hasilnya
pasti jelek," tegasnya.
Disinggung mengenai berapa besar anggaran
PNPM di tahun 2014, dia menyampaikan, secara keseluruhan di tahun 2014
ini sebesar Rp 1,350 miliar, yang diplot untuk fisik sebesar Rp 1,150
miliar, kemudian untuk pelatihan sebesar Rp 200 juta. "Jadi memang di
Jatisari itu lebih banyak digunakan untuk pembangunan fisik. Karena
memang di Jatisari masih banyak jalan lingkungan yang masih tanah dan
belum dilapisi apa-apa, seperti di Desa Pacing, Sukamekar dan Jatiabru,"
terangnya.
Lebih lanjut Dayat menambahkan, Forum UPK PNPM Kabupaten
Karawang juga sudah melakukan rapat koordinasi (rakor) pasca lebaran
kemarin, namun dalam rakor tersebut pihak BPMPD tidak hadir. "Mereka
tidak hadir dengan tidak memberikan alasan apapun, padahal harusnya di
rakor itu pihak BPMPD hadir," pungkasnya. (zie)
0 komentar: