UPK PNPM Telagasari tak Punya Orang Teknis

TELAGASARI, RAKA - Sudah lima bulan, Unit Pelaksana Kegiatan Program nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Puspa Artha Lestari Kecamatan Telagasari tanpa tenaga fasilitator teknik.
Dampaknya, Pendamping Lokal (PL) kurang aktifnya, sehingga bisa menghambat administrasi UPK. Apalagi pelaksanaan tahun anggaran 2014 segera dimulai. Ketua UPK Puspa Arta Lestari Siti Maryam SE, mengatakan, FT UPK Telagasari yang pindahan dari Kecamatan Banyusari berhenti setelah sejumlah laporan dan pelaksanaan rampung akhir tahun 2013. Hingga kini, posisi ini tidak pernah terisi. Diakui Maryam, selain FT yang sudah berhenti, pendamping lokal juga kurang aktif sehingga kesulitan merapihkan administrasi kelembagaan. Sayangnya, rekrutmen dan penempatan FT baru tidak mudah karena harus siap ditempatkan di manapun. "Sudah FT-nya berhenti dan jadi konsultan swasta, PL-nya juga kurang aktif. Kita harap sih bisa segera ada penggantinya bulan-bulan mendatang pra pelaksanaan," ujarnya.
Sementara itu, Badan Pengawas UPK Puspa Artha Lestari Rusman mengatakan, ketiadaan FT secara otomatis berdampak pada penyusunan RAB dan administrasi lainnya ikut terhambat. Selain itu, proses tahapan juga ikut tersendat. Betapa tidak lanjut Rusman, disaat UPK lain sudah verifikasi Dana Daerah Untuk Usaha Bersama (DDUB) justru di UPK Telagasari hanya baru perencanaan dan periapan pengajuan proposal.
Apalalagi dampaknya sangat berpengaruh pada RDP karena butuh tandatangan fasilitator teknik, bahkan dalam memback up kinerjanya, PL pun kurang aktif untuk merapihkan administrasi jelang pelaksanaan yang sudah didepan mata.
Ditambahkan Rusman, upaya menanggulangi ketiadaan FT karena dianggap darurat tersebut, pihak fasilitator kabupaten menugaskan FT lain dari luar kecamatan antara lain Kecamatan Cilamaya Kulon dan Tirtajaya. "RAB harus detail sama konsultan, menyusun program harus PL sebagai penyambung lidah ke desa-desa. Pengurus UPK sifatnya hanya kebijakan dan bukan administrasi, ya terpaksa pinjem dari kecamatan lain," ujarnya. (rud)

0 komentar: