Perbaikan Jalan Dominasi MAD Tegalwaru
TEGALWARU, RAKA - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri
Perdesaan (PNPM-MP) Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Sanggabuana Kecamatan
Tegalwaru, telah beberapa tahun dalam usulan prioritasnya selalu
mencantumkan salah satu program peningkatan sarana ketahanan pangan,
seperti pembuatan bendung atau perbaikan saluran tersier. Hal tersebut
terlihat pada kegiatan Musyawarah Antar Desa (MAD) prioritas usulan PNPM
MP Kecamatan Tegalwaru, yang digelar di aula kantor Kecamatan
Tegalwaru, baru-baru ini.
Camat Tegalwaru, Drs H Sujana, mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya setiap rencana dan pelaksanaan PNPM, sebab program yang digulirkan pemerintah tersebut bertujuan mengembalikan sifat masyarakat Indonesia yang gemar bergotong royong. "Saya berharap peserta dan para pelaku PNPM-MP, masyarakat dapat menuntaskan tahapan pemberdayaan yaitu tercapainya kemandirian dan berkelanjutan, setelah tahapan pembelajaran dilakukan melalui program pengembangan kecamatan," ujarnya.
Sekretaris Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Sanggabuana, Aap Syaripudin, mengatakan, musyawarah yang dilakukan ini merupakan kali kedua setelah sosialiasasi, dan selanjutnya melakukan MAD penetapan.
"Perkembangan PNPM di Tegalwaru secara bertahap menunjukan kemajuan, tentunya hal ini dapat dilihat dari antusias dalam pengembalian Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) yang menjadi program pokok, senantiasa ada peningkatan," tuturnya.
Ia melanjutkan, saat MAD di Tegalwaru ajuannya selalu bervariasi, termasuk dalam kepentingan tunjangan pertanian. "MAD kali ini menghasilkan kesimpulan dengan perengkingan," ujarnya.
Kaur Pemerintahan Desa Cintalaksana, Ace Priatna, mengatakan, tahun ini pihaknya mengusulkan pembangunan madrasah. "Saat ini hanya punya satu ruang kelas yang digunakan oleh dua rombongan belajar. Maka dengan demikian kalaupun mengajukan program lainnya, namun yang menjadi skala prioritas pembangunan madrasah tersebut. Tentunya harapannya pendidikan agama kedepan senantiasa terus membaik terlebih setelah dibangunnya madrasah tersebut," katanya.
Berikut adalah perangkingan hasil MAD di Kecamatan Tegalwaru. Rangking pertama, Desa Cintalaksana dengan usulan pembuatan Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda yang berada di Kampung Loji. Rangking kedua, Desa Cintalanggeung dengan usulan drainase sekaligus menjadi saluran tersier yang berada di Kampung Cikelak. Rangking ke 3, Desa Cipurwasari dengan usulan penurapan jalan utama desa yang berada di Kampung Pasirpining. Rangking empat, Desa Cigunungsari dengan usulan pembuatan Mebeuler Madrasah Al-Jihar yang berlokasi di Kampung Cidoro 2. Rangking ke 5 Desa Kutalanggeung pembangunan Madrasah Diniyah Awaliyah yang bertempat di Kampung Cinaga. Rangking keenam Desa Kutamaneuh membuat tanggul penahan tanah (turap) yang berada di Kampung Lengo. Rangking 7 Desa Wargasetra dengan usulan pembangunan gedung PAUD, yang berada di Kampung Waru. Adapun untuk rangking 8 kembali pada usulan yang diajukan oleh Desa Wargasetra yaitu pembuatan bendung yang berada di lokasi Babakan Jati. Rangking 9 Desa Mekarbuana dengan usulan Turap Jaling yang dari jalan utama menuju Kampung Limbangsari atau Legokkotok. Rangking 10 Desa Cintawargi dengan usulan pembangunan jalan rabat beton yang berada di Kampung Kaumgading. Rangking 11 kembali pada usulan yang diajukan oleh Desa Cigunungsari yaitu pembuatan mebeuler Darul Falah kampung Cidoro. Dan terakhir rangking 12 kembali usulan yang diajukan oleh Desa Kutamaneuh yaitu pembuatan jalan dengan rabat betong yang berada di Kampung Lengo. (ark)
Camat Tegalwaru, Drs H Sujana, mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya setiap rencana dan pelaksanaan PNPM, sebab program yang digulirkan pemerintah tersebut bertujuan mengembalikan sifat masyarakat Indonesia yang gemar bergotong royong. "Saya berharap peserta dan para pelaku PNPM-MP, masyarakat dapat menuntaskan tahapan pemberdayaan yaitu tercapainya kemandirian dan berkelanjutan, setelah tahapan pembelajaran dilakukan melalui program pengembangan kecamatan," ujarnya.
Sekretaris Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Sanggabuana, Aap Syaripudin, mengatakan, musyawarah yang dilakukan ini merupakan kali kedua setelah sosialiasasi, dan selanjutnya melakukan MAD penetapan.
"Perkembangan PNPM di Tegalwaru secara bertahap menunjukan kemajuan, tentunya hal ini dapat dilihat dari antusias dalam pengembalian Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) yang menjadi program pokok, senantiasa ada peningkatan," tuturnya.
Ia melanjutkan, saat MAD di Tegalwaru ajuannya selalu bervariasi, termasuk dalam kepentingan tunjangan pertanian. "MAD kali ini menghasilkan kesimpulan dengan perengkingan," ujarnya.
Kaur Pemerintahan Desa Cintalaksana, Ace Priatna, mengatakan, tahun ini pihaknya mengusulkan pembangunan madrasah. "Saat ini hanya punya satu ruang kelas yang digunakan oleh dua rombongan belajar. Maka dengan demikian kalaupun mengajukan program lainnya, namun yang menjadi skala prioritas pembangunan madrasah tersebut. Tentunya harapannya pendidikan agama kedepan senantiasa terus membaik terlebih setelah dibangunnya madrasah tersebut," katanya.
Berikut adalah perangkingan hasil MAD di Kecamatan Tegalwaru. Rangking pertama, Desa Cintalaksana dengan usulan pembuatan Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda yang berada di Kampung Loji. Rangking kedua, Desa Cintalanggeung dengan usulan drainase sekaligus menjadi saluran tersier yang berada di Kampung Cikelak. Rangking ke 3, Desa Cipurwasari dengan usulan penurapan jalan utama desa yang berada di Kampung Pasirpining. Rangking empat, Desa Cigunungsari dengan usulan pembuatan Mebeuler Madrasah Al-Jihar yang berlokasi di Kampung Cidoro 2. Rangking ke 5 Desa Kutalanggeung pembangunan Madrasah Diniyah Awaliyah yang bertempat di Kampung Cinaga. Rangking keenam Desa Kutamaneuh membuat tanggul penahan tanah (turap) yang berada di Kampung Lengo. Rangking 7 Desa Wargasetra dengan usulan pembangunan gedung PAUD, yang berada di Kampung Waru. Adapun untuk rangking 8 kembali pada usulan yang diajukan oleh Desa Wargasetra yaitu pembuatan bendung yang berada di lokasi Babakan Jati. Rangking 9 Desa Mekarbuana dengan usulan Turap Jaling yang dari jalan utama menuju Kampung Limbangsari atau Legokkotok. Rangking 10 Desa Cintawargi dengan usulan pembangunan jalan rabat beton yang berada di Kampung Kaumgading. Rangking 11 kembali pada usulan yang diajukan oleh Desa Cigunungsari yaitu pembuatan mebeuler Darul Falah kampung Cidoro. Dan terakhir rangking 12 kembali usulan yang diajukan oleh Desa Kutamaneuh yaitu pembuatan jalan dengan rabat betong yang berada di Kampung Lengo. (ark)
0 komentar: