Warga Mekarsari Bangun Jalan di Tengah Guyuran Hujan
BANYUSARI,RAKA- Warga kampung Mekarsari, RT 02, RW 05, Desa Jayamukti,
kini tengah sibuk mengerjakan pembangunan jalan setapak hasil daripada
aspirasi salah satu anggota dewan. Pengerjaan ini dilakukan di tengah
guyuran hujan pada Rabu pagi. Warga selama ini mengeluh kondisi jalan
yang rusak menyulitkan aktivitas sehari-hari, khususnya saat hujan
datang.
Karwani Dereded (40), Ketua RW 05, Kampung Mekarsari, Desa Jayamukti kepada RAKA menerangkan, bahwa pengerjaan jalan ini menggunakan cor 135 meter dengan lebar 125 ketebalan 10 sentimeter. "Kebetulan sebelumnya kita juga sudah punya 2 lokasi, pengerasan dalam bentuk sirtu di RT 03, RW 05 panjang 200 meter di 2 titik tersebut. Penyirtuan sudah dilakukan 2 hari lalu, tinggal 1 titik yang belum karena barangnya gak datang-datang. Mungkin karena hujan, sedangkan untuk cor baru mau dikerjakan saat ini," tandasnya.
Diakuinya, dengan adanya pengecoran jalan ini manfaatnya sangat terasa, apalagi saat musim hujan. "Bahkan saat turun sirtu juga banyak warga yang datang meminta. Karena memang kalau hujan gini, lihat sirtu kayak lihat daging ayam," selorohnya. Dampak pembangunan jalan ini membuat transportasi hasil petani jamur yang mayoritas menjadi pencaharian warga menjadi sangat terbantu. "Dulu mah jangankan pakai motor, jalan kaki aja susahnya minta ampun karena jeblok. Petani terpaksa menanggung hasil jamur itu dengan bersusah payah sampai ke jalan raya," tuturnya. Ia berharap agar semakin banyak bantuan yang dikucurkan untuk wilayahnya.
Sementara itu, Drs Salim Atmadja, salah satu anggota DPRD Karawang menegaskan, bahwa aspirasi merupakan bentuk bantuan untuk mengcover yang tidak tersentuh PNPM, ADD maupun PPIP. "Alokasi anggaran khusus di Mekarsari ini Rp 20 juta pengerasan dan pengecoran satu proposal. Karena ini permohonan dari masyarakat yang tidak tersentuh bantuan desa ataupun pemerintah daerah. Misalkan PPIP, ADD ataupun PNPM. makanya saya buat kepanitian dari masyarakat untuk mengerjakan pembangunan jalan setapak ini dan dikelola langsung oleh masyarakat. Insya Allah, kedepan aspirasi dewan akan semakin banyak, tak cuma saya saja, tapi dari dewan-dewan lainnya juga," katanya. (fah)
Karwani Dereded (40), Ketua RW 05, Kampung Mekarsari, Desa Jayamukti kepada RAKA menerangkan, bahwa pengerjaan jalan ini menggunakan cor 135 meter dengan lebar 125 ketebalan 10 sentimeter. "Kebetulan sebelumnya kita juga sudah punya 2 lokasi, pengerasan dalam bentuk sirtu di RT 03, RW 05 panjang 200 meter di 2 titik tersebut. Penyirtuan sudah dilakukan 2 hari lalu, tinggal 1 titik yang belum karena barangnya gak datang-datang. Mungkin karena hujan, sedangkan untuk cor baru mau dikerjakan saat ini," tandasnya.
Diakuinya, dengan adanya pengecoran jalan ini manfaatnya sangat terasa, apalagi saat musim hujan. "Bahkan saat turun sirtu juga banyak warga yang datang meminta. Karena memang kalau hujan gini, lihat sirtu kayak lihat daging ayam," selorohnya. Dampak pembangunan jalan ini membuat transportasi hasil petani jamur yang mayoritas menjadi pencaharian warga menjadi sangat terbantu. "Dulu mah jangankan pakai motor, jalan kaki aja susahnya minta ampun karena jeblok. Petani terpaksa menanggung hasil jamur itu dengan bersusah payah sampai ke jalan raya," tuturnya. Ia berharap agar semakin banyak bantuan yang dikucurkan untuk wilayahnya.
Sementara itu, Drs Salim Atmadja, salah satu anggota DPRD Karawang menegaskan, bahwa aspirasi merupakan bentuk bantuan untuk mengcover yang tidak tersentuh PNPM, ADD maupun PPIP. "Alokasi anggaran khusus di Mekarsari ini Rp 20 juta pengerasan dan pengecoran satu proposal. Karena ini permohonan dari masyarakat yang tidak tersentuh bantuan desa ataupun pemerintah daerah. Misalkan PPIP, ADD ataupun PNPM. makanya saya buat kepanitian dari masyarakat untuk mengerjakan pembangunan jalan setapak ini dan dikelola langsung oleh masyarakat. Insya Allah, kedepan aspirasi dewan akan semakin banyak, tak cuma saya saja, tapi dari dewan-dewan lainnya juga," katanya. (fah)
0 komentar: