BPMPD Benahi Kualitas BKAD dan UPK

*Kapasitas PNPM Tegalwaru Ditingkatkan

TEGALWARU, RAKA - Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kecamatan Tegalwaru, mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Badan Pengawas Unit Pengelola Kegiatan (BP UPK) dan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan.

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Tegalwaru,Selasa (4/11) melibatkan sejumlah kepala desa dan ketua BPD seluruh Kecamatan Tegalwaru dan peserta PNPM Mandiri Perdesaaan dari BKAD, BP-UPK dan dari UPK PNPM Mandiri Perdesaan. "Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan panduan kepada BKAD tentang strategi pengintegrasian sistem pembangunan partisipatif kedalam sistem pembangunan daerah. Selain memperkuat kapasitas dan kemandirian Unit Pengelola Kegiatan (UPK) agar mampu berperan seoptimal mungkin, dan mengembangkan diri sebagai pengelola lembaga keuangan mikro dan pelaku pembangunan (partisipatory development agency)," ucap Sekretaris Kecamatan H.Jumria S.Sos.
Jumria mewakili Camat Tegalwaru Drs.H.Sudjana yang berhalangan hadir. Terselenggaranya kegiatan tersebut, sebetulnya terkait konsep pemberdayaan masyarakat yang menganut azas Tri Daya, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pengembangan sumber daya alam (SDA) dan fasilitasi keuangan pengembangan usaha. "Dengan meningkatkan kapasitas BKAD dan UPK dalam rangka pengembangan usaha ekonomi lokal yang lebih terorganisir, diharapkan akan memperkuat jaringan kelembagaan antar BKAD dan UPK dalam rangka pembangunan ekonomi masyarakat. Selain meningkatkan kapasitas Badan Pengawas UPK dalam menjalankan fungsi pengawasannya terhadap UPK dengan metode mengikuti perkembangan teknologi yang dikembangkan dalam pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh UPK," tutur Jumria.
Sementara itu dalam sambutan Ketua BPM-PD yang disampaikan Siti murmala, mengatakan pelatihan itu merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan. "Masyarakat pada hakekatnya mengusung nilai-nilai yang terkandung dalam PNPM Mandiri pedesaan," ucap Siti.
Nilai-nilai tersebut, lanjut Siti, seperti gotong-royong, keberpihakan pada orang miskin dan transparansi pada hakekatnya telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Peningkatan kapasitas masyarakat memiliki posisi yang demikian penting dan strategis dalam pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan.
Masih terkait penyelenggaraan pelatihan peningkatan kapasitas BDAD, BP UPK dan UPK PNPM, Ketua PNPM Desa Cintalaksana, Aap, mengatakan pembangunan pada hakekatnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mencerdaskan kehidupan bangsa, menjaga ketertiban umum. "Pondasi yang telah diletakkan PNPM dalam pembangunan Kecamatan Tegalwaru adalah sistem perencanaan dari oleh dan untuk masyarakat. Itu disinergikan dan diintegrasikan untuk memperkuat sistem perencanaan reguler yang sudah ada, menuju pembangunan Kecamatan Tegalwaru serta Desa desa yang ada di Kecamatan ini yang nantinya lebih sejahtera dan lebih berdaya saing," ucap Aap.
Sementara di tempat lain peserta Pelatihan Peningkatan Kualitas PNPM Mandiri Desa Kuta Langgeng yang juga Pjs Kades Kuta Langgeng, Bang Jack, mengatakan, agar tetap pada garis kemandirian memang tidak mudah untuk mencapainya. Tapi kalau kesadaran ini terus digulirkan akan mampu mencapainya. walaupun beberapa desa di Kecamatan Tegalwaru tak terlepas dari permasalahan dan kendala yang ditimbulkan. "Kalau ada yang pinjam uang yang penting mengembalikan uang pinjaman itu. Jangan lagi banyak alasan yang dibuat-buat. Karena masalah PNPM Mandiri terutama soal program simpan pinjam SPP ternyata juga banyak terjadi di daerah lain di Indonesia dan persoalan sama," ujar Pjs kades ini. (cr1)

0 komentar: